First of all...
-Gue berterimakasih sama Allah SWT. yang telah memberikan kesempatan gue untuk tumbuh lebih baik diusia ini. Alhamdulillah wasyukurillah...
-Gue juga berterimakasih kepada teman-teman semuanya yang udah mewarnai kehidupan gue selama tujuh belas tahun, dengan segala gelap terangnya. Dengan setia atau tidaknya.
-Of course, guru-guru tersayang yang udah membekali gue dengan ilmu-ilmu bermanfaat, yang mengajarkan gue artinya berjuang dalam hidup dengan nasihatnya.
-Orangtua gue, pastinya yang selalu mendoakan gue, tanpa lelahnya dalam doa doa yang mereka tujukan kepada Allah SWT.
***
Awal kehidupan 18 tahun -5 Agustus 2016- gue dipenuhi dengan kejutan dari orang-orang terkasih gue... Terimakasih kalian, i can't describe how much i love you guys!! xoxo
Hadiah paling berharga sepanjang sejarah kehidupan gue adalah...
FINALLY I'M A PART OF PSYCHOLOGY'S STUDENT!
Bersyukur selalu bersyukur, Alhamdulillahirabbil'alamin...
***
Gue akan cerita gimana gue bisa dapetin kado terindah dari Allah ini...
Tiga tahun belajar ilmu pengetahuan alam di SMA, tapi gue malah ambil jurusan sosial humaniora di akhir. Awalnya gue berpikir, apa bisa gue bersaing dengan temen-temen yang dari awalnya emang udah belajar ilmu sosial? Sedangkan gue dari awal belajar pengetahuan alam (Fisika, Kimia, Biologi). Dari awal SMP gue emang punya cita-cita bisa jadi Psikolog yang sampe saat ini masih menjadi cita-cita gue. That's mean gue harus ambil jurusan Psikologi kan? Tapi kenapa gue ambilnya kelas alam bukan sosial? Alesan pertama, karena gue emang gak suka dengan pelajaran yang penuh hafalan (ternyata kelas alam juga ada hafalan) terus alasan kedua adalah mamas-mamas gue dan orangtua gue berlatar belakang kelas ilmu pengetahuan alam. Memang sih ada jurusan Psikologi di beberapa universitas dengan kategori saintek, tetapi gue menyesuaikan dengan standar gue aja ya hehehehehe.
Akhirnya, setelah melewati ujian nasional, gue gabung di salah satu bimbingan belajar dengan nekadnya gue ambil kelas soshum. Ternyata, gak cuma gue dong yang berlatar belakang saintek. Program itu dilaksanain cuma satu bulan. SATU BULAN. Bermodalkan niat, dan semangat. Gue emang gak mendalami semua mata pelajaran soshum, gue kuatin di salah duanya. Ditambah dengan gue berlatih terus ngerjain soal-soal Test Kemampuan Potensial Akademik, atau TKPA dari satu buku pegangan gue. Btw, pegang satu buku dan pelajarin sedalem dalemnya sampe khatam dah, inshaallah itu sangat membantu poin tambahan.
Sebelum ada yang namanya SBMPTN, gue berkesempatan untuk maju di seleksi SNMPTN. Salah satu dari tiga orang yang punya kesempatan dari sekolah gue. Tapi, ini bukan jalan terbaik gue menurut Allah. Gue gak lolos. Dan ada satu temen gue, berinisial S, dari kelas sebelah kelas gue, lolos seleksi SNMPTN. Satu-satunya dari sekolah gue. Congratulation anyway... Gue? Down dong pastinya. Gue sempet nangis, nyesel kenapa gue gak bisa kaya dia. Tapi disisi lain, kejadian ini membuat gue kuat dan berpikir mungkin Lo harus berjuang dit!
Next, gue ketakutan gimana nanti kalau gue gak keterima dimana-mana. Walaupun gue udah punya rencana A, B, C, atau yang lain sebagai persiapan kedepannya, tetapi gue ikutin saran orangtua gue yang menyarankan gue untuk daftar PTS di Surakarta. Gue berangkat sama bapak dan ibu, melakukan test itu. Bermodalkan niat, ilmu yang gue dapet di bimbel, dan doa restu. Gue lolos. Psikologi. Gue seneng dong pastinya, Alhamdulillah....
Persiapan sebulan udah selesai untuk bekal ujian SBMPTN. SBMPTN mulai. Gue milih di tiga pilihan; Undip, UIN Syarif, Unila. 31 Mei 2016.
Sambil nunggu pengumuman SBMPTN, gue ikutin saran dari mamas gue yang nyuruh gue ikut ujian SIMAK UI dan SPMB Mandiri UINJKT. Gue bener-bener diawasin untuk belajar sama mamas gue yang penuh perhatian itu. Hmmmmmm...
-5 Juni 2016, gue ikut ujian SIMAK UI. Dianterin mamas kedua gue.
-25-26 Juni 2016, gue ikut ujian SPMB Mandiri UINJKT, Dianterin mamas pertama gue.
Sebulan gue tunggu pengumuman SBMPTN. 28 Juni 2016. Alhamdulillah wasyukurillah, gue dikasih rezeki melimpah dari Allah, gue lolos dipilihan tiga. Walaupun gak dipilihan pertama, tetapi gue tetep bersyukur.
Setelah itu pengumuman SIMAK UI. Alhamdulillah, belum rezeki gue. Gue gak lolos.
Dan terakhir.... 28 Juli 2016. Pengumuman UINJKT. Posisi gue waktu itu di Semarang, lagi ldr sama bapak dan ibu. Alhamdulillah, wasyukurillah.... Gue diterima di UIN Syarif Hidayatullah Fakultas Psikologi. Gue seneng bukan main...
Akhirnya, gue memutuskan untuk mengambil jalan terbaik gue di UIN SyaHid Jkt. Merelakan pilihan ketiga sbmptn dan PTS di Surakarta.
Gue bener-bener ngerasain yang namanya berjuang, bersaing, dan rasanya jatuh lalu bangkit. Ternyata, GUE BISA!
Pelajaran yang gue ambil adalah; hanya pikiran buruk yang menjadikan diri ini buruk, bahkan lebih buruk dari apa yang sekadar dipikirkan. If there is a will, there is a way.
Jadi, jangan selalu berpikir "Apa iya gue bisa?" tapi berpikirlah "Gue pasti bisa!"
***
Ini menjadi awal kehidupan gue.
Semoga kehidupan gue akan lebih menarik kedepannya.
Pribadi yang baik akan selalu mendatangkan kebaikan.
***
Congratulation untuk sahabat-sahabat gue:
Noy, FK Untar
Nabil, FKG Untris
Upee, FK Unila
*semangat terus buat Ashin!!!*
Eno, Arsitek Itera
Hansoe, FTP UGM
Rizkika, FTTM ITB
Agil, Informatika Itera
Congratulation juga buat temen-temen SMA gue yang sebagian besar gue gak tau kabarnya, karena gak sekabaran lagi sama gue.
Adjieaw, Ilkom Unila
Ref, Hukum Unila
Cepa, Hukum Unila
Igoy, IESP Unila
Khor, FK Unand
dan yang lain yang belum gue sebutin karena gue gak tau kabarnya, congrats buat kalian! ps: gue masih nunggu kabar dari kalian guys. Hope you all call me soon, and clear it all our problems.
Hope we can success on our ways! xx
-There's no RAINBOW without RAIN-






Tidak ada komentar:
Posting Komentar